Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Probo's Site

Blog EntryJul 12, '06 2:10 AM
for everyone
Apa yang salah dengan skema arisan berantai

Apa itu arisan berantai?
Arisan berantai adalah semacam skema yang mengundang orang-orang untuk bergabung dalam sebuah struktur piramid. Orang pertama yang memulai, duduk di puncak piramid. Kemudian dia mengundang beberapa orang -- kita sebut saja level kedua -- untuk ikut bergabung. Orang-orang di level kedua ini kemudian juga mengundang lebih banyak lagi orang untuk duduk di level ketiga. Begitu seterusnya hingga bertingkat-tingkat.
Setiap peserta diwajibkan untuk menyetor ke anggota yang duduk di level lebih tinggi; yaitu anggota yang mengundangnya dan anggota yang lebih tinggi lagi. Biasanya setoran ini harus diberikan ke 4 level.

Contohnya?
Contohnya: si A mengundang B, C dan D. Kemudian si B mengundang E, F dan G. Lalu si E mengundang H, I dan J. Nah, si H harus menyetor ke E, B dan A. Pada gilirannya, jika H bisa mendapatkan anggota di level bawahnya, dia juga akan menerima setoran.

Ada kaitannya dengan surat berantai?
Arisan piramid ini biasanya disebarkan dengan media surat berantai. Jadi memang menggunakan sejenis surat berantai. Tapi tidak semua surat berantai adalah media arisan piramid.
Di jaman modern ini, medianya sudah berkembang dengan email dan website. Transfer uang pun bisa dilakukan dengan ATM atau internet banking. Tapi konsepnya tetap sama.

Kenapa disebut piramid?
Disebut piramid karena makin ke bawah levelnya, makin banyak orang yang duduk di level itu. Ini terjadi karena setiap orang mengundang lebih dari satu orang, dan demikian seterusnya. Sebetulnya istilah 'piramid' tidak tepat betul karena bentuk skema ini bertumbuh secara eksponensial (bukan linier seperti piramid). Tapi konsep dasar sama, yaitu makin ke bawah, makin lebar.

Apa bedanya dengan arisan 'konvensional'?
Arisan konvensional mempunyai anggota yang jumlahnya tetap. Aliran setoran uang berjalan secara timbal balik: setiap anggota/peserta akan menerima sejumlah uang yang sama dengan jumlah uang (cicilan) yang dibayarkan. Ini adalah sebuah 'zero sum' game dan karenanya tidak dapat disebut sebagai suatu kegiatan ekonomi, maka itu tujuannya biasanya hanya untuk silaturahmi atau keakraban.
Dalam arisan piramid, aliran uang berjalan secara satu arah dan tidak seimbang: semua anggota hanya menyetor ke anggota di level atas dan (mengharapkan) menerima dari anggota di level bawah. Ketidakseimbangan terjadi karena jumlah yang disetorkan jauh lebih kecil daripada jumlah yang diharapkan didapat dari anggota di level bawah, karena sifat piramid yang mengembang di bawah. Di sini ada motivasi mencari untung.

Lalu, apa yang salah dengan arisan piramid?
  1. Tidak ada nilai tambah ekonomi yang diberikan. Perpindahan uang tidak disertai dengan perpindahan barang atau jasa yang memberikan manfaat kepada si pemberi uang. Karena itu arisan piramid tidak bisa disebut sebagai suatu kegiatan ekonomi.
    Ini berbeda dengan transaksi dagang yang memberikan suatu manfaat (barang atau jasa) kepada si pemberi uang. Juga berbeda dengan investasi saham atau tabungan, karena investasi saham atau tabungan akan digunakan sebagai modal kerja yang keuntungannya dikembalikan dalam bentuk bunga kepada si investor.
  2. Ketidakadilan. Anggota menyetor sejumlah uang dan mengharapkan mendapatkan setoran yang jumlah berlipat kali; tanpa ada suatu manfaat yang diberikan (lihat keterangan di point 1).
    Anggota di level 1 jelas tidak akan rugi, karena dia tidak perlu menyetor dan hanya tinggal menunggu setoran.
    Anggota di level terbawah (yaitu anggota yang tidak berhasil mencari anggota baru) berpotensi rugi karena dia sudah harus menyetor tanpa mendapatkan setoran (lihat poin berikut).
  3. Tidak ada jaminan keuntungan (bahkan jaminan impas). Jika anda mendaftar untuk ikut, anda harus menyetor uang dulu kepada anggota-anggota di atas anda sebelum anda bisa merekrut anggota baru dan mengharapkan setoran uang. Artinya setiap anggota pasti mengeluarkan uang, tapi tidak ada yang bisa menjamin dia akan bisa mendapatkan uang itu kembali; apa lagi mendapatkan keuntungan.
  4. Skema piramid tidak sustainable. Syarat agar anggota mendapatkan keuntungan adalah bisa merekrut anggota secara bertingkat-tingkat ke bawah. Jika ini tidak tercapai, otomatis skema ini gagal. Katakanlah ada 5 milyar orang di bumi ini, dan 4.999.999.990 orang sudah menjadi anggota skema ini. Anda adalah orang ke-4.999.999.991. Berarti tinggal 9 orang di dunia ini yang bisa menjadi pengikut anda. Lalu ke-9 orang itu akan mencari anggota dari mana?
    Mungkin anda mengatakan bahwa kondisi tersebut masih jauh karena saat ini baru 1345 orang yang ikut dalam sebuah skema piramid. Jadi masih ada milyaran orang yang bisa direkrut. Tapi pada suatu saat, limit tersebut pasti akan tercapai. Dengan kata lain: suatu saat, cepat atau lambat, piramid tersebut akan runtuh dari bawah.
Ilustrasi:
Seandainya dalam sebuah arisan piramid, setiap orang bisa merekrut 5 orang anggota, dan tiap anggota baru bisa merekrut 5 orang anggota lagi. Maka pertumbuhan jumlah anggota akan seperti tabel di bawah ini:

Level Jumlah angota di level tersebut
Jumlah anggota kumulatif (total)
1 1 1
2 5 6
3 25 31
4 125 156
5 625 781
6 3.125 3.906
7 15.625 19.531
8 78.125 97.656
9 390.625 488.281
10 1.953.125 2.441.406
11 9.765.625 12.207.031
12 48.828.125 61.035.156
13 244.140.625 305.175.781
14 1.220.703.125 1.525.878.906
15 6.103.515.625 7.629.394.531
16 30.517.578.125 38.146.972.656
17 152.587.890.625 190.734.863.281
18 762.939.453.125 953.674.316.406
19 3.814.697.265.625 4.768.371.582.031
20 19.073.486.328.125 23.841.857.910.156

Seandainya ada 5 milyar orang di dunia ini; dari jumlah itu, misalnya hanya 3 milyar yang akan mau dan bisa mengikuti arisan piramid semacam ini. Kita lihat bahwa di level-15, jumlah kumulatif anggota sudah melampaui jumlah populasi dunia. Pada level tersebut, piramid ini akan ambruk!

Ilustrasi di atas bisa diubah-ubah parameternya (misalnya jumlah pengikut tiap anggota) tapi satu hal akan tetap: piramid tersebut akan ambruk pada level tertentu.

Kesimpulan
Arisan piramid (atau apa pun namanya yang mempunyai sistem seperti itu) bukanlah suatu kegiatan yang memberikan nilai ekonomis bagi semua pelakunya. Secara keseluruhan, sistem ini merupakan 'zero sum game' karena tidak terjadi pertambahan jumlah uang atau manfaat. Namun sistem itu hanya menguntungkan untuk orang-orang yang telah ikut di awal; dan akan merugikan orang-orang yang direkrut belakangan.

Postscript
Tulisan ini saya buat karena masih banyak sekali email berantai dan website yang menawarkan hal semacam ini. Saya ingin menjelaskan secara sistematis dan logis kesalahan dari sistem tersebut, agar setiap orang yang berminat mengikuti kegiatan tersebut mengetahui risikonya.

Seperti manusia, kendaraan bermotor juga berulang tahun. Kalau ulang tahun, mereka minta ditraktir di Samsat alias kita harus bayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Istilah pasarannya "perpanjang STNK tahunan". Istilah ini kurang tepat, karena sebetulnya STNK berlaku untuk 5 tahun.

Jaman dahulu (jaman orba, misalnya) urusan dengan STNK identik dengan repot. Harus ngantri dan nunggu berjam-jam, sehingga orang cenderung titip urusan ke calo. Tentunya kalo pake calo, biaya jadi naik karena si calo pasti minta uang jasa.

Dua tahun belakangan ini, saya sudah mengalami bahwa pembayaran PKB bisa dijalani dengan cepat (~30 menit) dan mudah. Asal tahu caranya. Nah, di bawah ini adalah prosedur pembayaran PKB yang berlaku di Samsat Kab Tangerang di BSD. Saya berharap prosedurnya akan mirip-mirip dengan samsat-samsat di tempat lain.
  1. Siapkan dulu BPKB, STNK, Slip Pajak (yang bentuknya mirip STNK) dan KTP pemilik kendaraan. Buat fotokopi semua surat tersebut.
  2. Pergi ke Samsat. Sebaiknya pergi pagi-pagi sekali supaya antrian tidak panjang. Biasanya mereka buka jam 8.
  3. Siapkan dulu map 'resmi' untuk menyimpan berkas-berkas anda. Warna map berbeda untuk motor dan mobil. Map ini bisa dibeli di loket atau koperasi atau warung fotokopi di dekat-dekat Samsat. Kolusi? You know lah. Tapi hanya ini satu-satunya praktek KKN yang masih tersisa dalam mekanisme ini.
  4. Masukkan semua berkas tadi (asli + fotokopi) kecuali BPKB asli ke dalam map 'resmi' tadi. Lalu pergi ke loket pendaftaran dan serahkan map tadi. Tunggu sebentar di dekat loket sampai petugas loket mengembalikan map tadi dan memberikan formulir pendaftaran.
  5. Berkas-berkas tadi (STNK+Slip Pajak+KTP asli dan fotokopi, plus fotokopi BPKB) di-staple ke formulir pendaftaran yang baru kita terima. Lihat contoh format untuk men-staple berkas tadi. Tujuannya untuk memudahkan petugas melihat berkas kita dan mencegah berkas kita tercecer.
  6. Formulir dan berkas-berkas yang sudah di-staple, di dalam map, diserahkan ke loket perpanjangan. Tunjukkan BPKB asli ke petugas di loket. Petugas akan mengembalikan BPKB asli disertai slip tanda terima pendaftaran.
  7. Tunggu di dekat loket pembayaran. Petugas akan memanggil nama kita. Ketika dipanggil, segera ke loket. Petugas akan memberitahu jumlah yang harus dibayar. Bayar sesuai jumlah tersebut. Petugas akan memberikan slip PKB sebagai tanda bukti pembayaran.
  8. Tunggu di dekat loket bertulisan "Pengambilan STNK". Petugas akan memanggil nama kita dan menyerahkan STNK (perlihatkan Slip PKB tadi). Minta plastiknya sekalian (mestinya sih gratis). Selesai!
Pengalaman saya tadi pagi, datang jam 7.45, masukkan berkas jam 8.05, selesai jam 8.30! Ongkos yang saya bayar sesuai dengan tarif resmi, hanya ditambah beli map 2000 rupiah (cincai lah...).

Oh iya, jangan sampai lupa tanggal ulang tahun kendaraan anda. Kalau anda telat mentraktirnya di Samsat, kita akan kena denda yang lumayan! Rugi aja gitu.

So, jangan takut ngurus STNK/PKB sendiri!

Blog EntryJun 16, '06 5:57 AM
for everyone
Judul di atas harusnya "Baru beli motor".
Selama 5 tahun-an saya bolak-balik rumah-kantor naik kijang tua saya. Lama-lama capek juga karena
  • bensin naik dan akan naik terus
  • jalanan menuju rumah saya banyak lubang (maklum tinggal di kampung)

Setelah saya hitung-hitung, uang bensin tiap bulan cukup untuk nyicil motor. Setelah timbang-timbang, akhirnya saya putuskan beli Honda Mega Pro dengan pertimbangan
  • dari dulu udah pas dengan merek Honda
  • butuh motor laki; kalo bebek agak kurang nyaman buat jarak jauh dan jalan jelek
  • kalo Honda Tiger kemahalan

Selasa kemarin (16/6) motor itu diantarkan ke rumah. Ini Mega Pro model baru, dan saya termasuk salah satu yang pertama dapat model baru ini. Bahkan di milis Honda Mega Pro Club (HMPC) belum ada yang punya.

Ah, serasa muda lagi. Sejak SMA dulu saya pengen punya Honda GL Pro, apa daya saya cuma dapat Honda SuperCub 700 lungsuran dari kakak saya. Terus ketika kuliah di Australia, mau beli sepeda motor, nggak kuat beli motornya jadi cuma bisa beli sepedanya. Akhirnya sekarang punya Mega Pro (penerusnya GL Pro).

Blog EntryJun 15, '06 9:42 PM
for everyone
I just wanted to check Fira Basuki's site when the website invited me to log in (actually, sign in). So I did. Now I have a multipy page. Previously I already have a blogspot page.

I'm not a good blogger -- or should I say, I'm not a very diligent blogger -- so maintaining 2 blogs will be a hard work for me. One blog is already too many for me. So let's see which one I will maintain. If any.